Jumat, 08 Juli 2011

PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT AL-QUR’AN ( SURAT AN-NUR AYAT 31 DAN SURAT AL-AHZAB AYAT 59)


PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT AL-QUR’AN
( SURAT AN-NUR AYAT 31 DAN SURAT AL-AHZAB AYAT 59)

LA ODE AMRIN


Manusia merupakan makhluk sosial. Sehingga di manapun ia tinggal
tentunya kita pasti berinteraksi dengan orang lain. Islam sebagai agama yang
sempurna telah mengatur semuanya termasuk bagaimana seorang muslim harus
bergaul, bersosialisasi dengan lingkungannya. Islam mengajarkan kepada
pemeluknya agar bisa bermuamalah dengan adab dan akhlak yang baik. Akhlak
yang terpuji bagi seorang muslim mempunyai kedudukan yang sangat penting.
Bahkan salah satu risalah yang diemban Nabi Muhammad SAW adalah
menyempurnakan akhlak. Ini semua karena beliau seorang yang diakui kebaikan
akhlaknya baik oleh manusia maupun Allah.
إنَّمَا بُعِثْْْْْْْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأخْلَاقِ (اَلْبُخَارِىْ)
“Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”
(HR. Bukhori) (Al-Jazairi, 2007 : 218).
( وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ (اَلْقَلَمُ : ٤
”Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qolam
: 4) (KSA, 1990 : 960).
2
Begitu penting akhlak bagi manusia, banyak hadits-hadits yang
membicarakan tentang akhlak ini. Termasuk dari kesempurnaan iman seseorang
bisa dilihat dari akhlaknya.
مَا مِنْ شَيْئٍِ فِى الْمِيْزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ (اَحْمَدُ وَاَبُوْدَاوُدَ).
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan dari akhlak yang baik.”
(HR. Ahmad dan Abu Daud). (Al-Jazairi, 2007 : 218).
Menurut yang lain, seorang muslim yang baik akhlakya akan dicintai
oleh Nabi dan paling dekat tempat duduknya dengan beliau pada hari kiamat.
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا (الْبُخَارِىْ)
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian, dan orang yang
paling dekat duduknya denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling baik
akhlaknya diantara kalian” (HR. Bukhori). (Al-Jazairi, 2007 : 219).
Adapun kaitannya dengan pendidikan akhlak dalam al-Qur,an surat an-
Nur ayat 31 dan surat al-Ahzab ayat 59 adalah berhubungan dengan adab bergaul
dan akhlak berpakaian, maka Islam telah mengaturnya sebagaimana yang
tercantum dalam al-Qur’an dan hadist-hadist Nabi. Seorang laki-laki atau wanita
yang muslim hendaknya menutup seluruh bagian dari tubuhnya yang merupakan
aurat baginya. Tuntutan untuk menutupi aurat bagi laki-laki dan wanita muslim
merupakan akhlak yang harus ditunaikan oleh setiap muslim.
Kewajiban untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan tuntunan
Syari’at Islam, yakni menutup seluruh aurat, hal ini berdasarkan dalil-dalil dari al-
Qur’an, as-Sunnah, ijma’ amali yang senantiasa diamalkan oleh para muslim sejak
3
masa Nabi Muhammad SAW, para Khulafaur Rasyidin serta tiga generasi yang
utama hingga terpecahnya Daulah Islaminyah menjadi Negara-negara kecil di
pertengahan abad ke -14 H sampai generasi saat ini.
Apabila di dalam rumah maka pakaian atau hijab tidak wajib bagi
muslim laki-laki dan wanita bila terhalang oleh tembok atau pembatas rumahnya.
Namun bila bercampur baur dengan banyak orang laki-laki dan wanita yang
bukan mahromnya, baik di dalam maupun di luar rumahnya, maka harus bagi
setiap muslim untuk mengenakan pakaian atau hijab yang benar yaitu menutup
seluruh aurat dari tubuhnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat an-Nur
ayat 31.
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ
زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ
زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ
بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا
مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ
يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ
( زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.(اَلنُّوْر: ٣١
“Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan
pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah
4
menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah
mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera
suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara lakilaki
mereka, atau putera- putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita
Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang
tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum
mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka
agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada
Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (An-Nur : 31)
(KSA, 1990 : 548).
Memakai Pakaian atau hijab yang benar akan mendatangkan berbagai
keutamaan dan kebaikan, terutama pada sikap dan prilaku. Oleh karenanya,
syaria’at Islam telah mengajarkan untuk berakhlak yang baik dalam bergaul dan
berpakaian yang sopan dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup aurat mengisyaratkan bahwa berpakaian rapi dan sopan
sebagaimana yang dikehendaki agama dapat memberi rasa tenang dalam jiwa
pemakainya. Ketenangan batin itu merupakan dampak yang dikehendaki oleh
agama dan menutup aurat menjadi sebuah tuntutan syari’at guna menjaga wanita
dari segala musibah.
Banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menyebutkan secara tegas fungsifungsi
pakaian untuk menutup aurat yakni hal-hal yang tidak wajar dilihat orang
lain dan rawan kecelakaan serta sebagai hiasan bagi pemakainya.
Allah SWT berfirman:

“Wahai Putra-Putra Adam! Kami telah menurunkan kepada kamu pakaian yang
berfungsi menutupi ‘aurat kamu dan bulu (sebagai pakaian indah untuk
perhiasan).” (QS.al-A’raf : 26)
5
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

“Wahai putra-putra Adam, pakailah perhiasan kamu (yakni pakaian kamu di
setiap (memasuki) masjid” (QS. al-A’raf [7] : 31)
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
7‰Éfó¡tΒ eÈ≅ä. y‰ΖÏã ö/ä3tGt⊥ƒÎ— (#ρä‹è{ tΠyŠ#u™ û©Í_t6≈tƒ
“Wahai putra-putra Adam, pakailah perhiasan kamu (yakni pakaian kamu di
setiap (memasuki) masjid” (QS. al-A’raf [7] : 31)
öΝà6y™ù't/ Οä3ŠÉ)s? Ÿ≅‹Î/≡ty™uρ §ysø9$# ãΝà6‹É)s? Ÿ≅‹Î/≡u| öΝä3s9 Ÿ≅yèy uρ
“Dan dia (Allah) menjadikan kamu bagi kamu pakaian yang memelihara kamu
dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam
peperangan.”(QS.an-Nahl : 81).
Ayat-ayat di atas mengisyaratkan fungsi pakaian sebagai pemelihara
manusia dari sengatan panas dan dingin serta membentengi manusia dari hal-hal
yang dapat mengganggu ketentraman. Pakaian berfungsi sebagai pembeda antara
seseorang dengan yang selainnya dalam sifat dan profesinya. Adapun agama
Islam menghendaki para pemeluknya agar berpakaian sesuai dengan fungsinya
yang terpenting yaitu menutup aurat. Karna menampakkan aurat dapat
menimbulkan dampak negatif bagi yang menampakkan dan bagi yang melihatnya.
(Quraish shihab, 2004 : 38).
Fungsi pakaian sebagai pembeda antara seseorang dengan selainnya
pada sifat dan profesinya sebagaimana yang dikehendaki dan digariskan Allah
SWT, sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 59 :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ
( أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَآَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا.(اَلأحزَاب :
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang” . (Al-Akhzab: 59) (KSA, 1990 : 679).
Ayat tersebut diatas mewajibkan setiap muslim untuk menutup auratnya,
yakni memakai pakaian yang sopan, yang sesuai dengan yang di printahkan Allah
dan Rasul-Nya.. Akan tetapi kebanyakkan kaum muslim sekarang ini tidak
melaksanakan sikap dan prilaku berbusana atau berpakaian seperti yang
terkandung dalam al-Qur’an surat an-Nur ayat 31 dan surat al-Ahzab ayat 59.
Dari ilustrasi tersebut di atas peneliti merasa tertarik untuk membahas
lebih jauh tentang aya-ayat tersebut dengan mengangkat judul “Pendidikan
Akhlak menurut al-Qur’an (Surat an-Nur Ayat 31 dan surat al-Ahzab Ayat 59)“
Peneliti memilih judul ini karena terdorong oleh tanggung jawab moral sebagai
salah satu umat Islam yang meneruskan amanah Rasulullah SAW.